Harga minyak dunia kembali jatuh pada Jumat karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kepentingan negara USA. Dalam APBNP 2008 tahap I-II pemerintah menggunakan asumsi harga minyak dunia $ US 85-95 per barel.Harga minyak Brent untuk pengiriman bulan November jatuh di bawah US$ 80 per barel dalam perdagangan di Asia.

Kontrak Brent menurun US$ 3,58 dolar menjadi US$ 79,08 setelah turun US$ 1,70 di posisi US$ 82,66 dalam perdagangan Kamis di London.

Kontrak utama New York, minyak light sweet, untuk pengiriman November jatuh US$ 4,24 dolar menjadi US$ 82,37 per barel setelah sebelumnya jatuh US$ 2,36 menjadi US$ 86,59 hari Kamis di Bursa Perdagangan New York.

Harga minyak dunia jatuh tajam dari rekor tertinggi di atas US$ 147 pada bulan Juli, terkait kekhawatiran penurunan permintaan selama krisis keuangan global,serta hancurnya bursa valas di saentaro dunia menyusul keterpurukan ekonomi di usa.

Meski demikian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro memastikan pemerintah tidak akan menurunkan harga BBM di dalam negeri pada tahun ini meski harga minyak cenderung terus turun hingga akhir tahun.

Pemerintah mestinya fair jika berani memastikan harga harus naik saat harga dunia bergejolak, mengapa minyak yang sudah turun malah memastikan tidak akan turun. Tidak perlu tunggu sampai 70 dollar AS, perhitungkan saja berapa harga penurunan yang rasional.