Strategi apa yang akan di lakukan oleh pemerintah jika benar adanya, cukai rokok akan segera di naikkan. bagai 2 sisi mata uang yang siap di tangkap oleh dua golongan. Yang tentu saja bagi pemerintah ini akan menjadi pemasukan yang tidak sedikit, namun bagi kalangan para perokok hal ini akan memberatkan, di sisi lain juga dunia kesehatan tentunya akan banyak sedikit berpengaruh jika benar cukai rokok akan di naikkan.

Yang sudah pasti cukai rokok adalah primadona bagi negeri indonesia tercinta. bahwa kenaikan tarif cukai tembakau sampai dua kali lipat berdampak positif bagi perekonomian.Kenaikan cukai rokok akan mengurangi konsumsi rokok di masyarakat namun justru akan memperkuat perekonomian. Baik perekonomian nasional maupun tingkat perekonomina keluarga.

Dampak adanya kenaikan cukai rokok akan berakibat pada 60 sektor perekonomian yang akan diuntungkan jika rumah tangga menurunkan pengeluaran untuk produk tembakau. Pengeluaran ini dapat dialihkan rumah tangga untuk mengkonsumsi barang lain atau untuk investasi.

Output perekonomian dan pendapatan rumah tangga juga akan bertambah, masing-masing sebesar Rp 335,4 milyar dan Rp 491,6 milyar. Perhitungan yang sama juga menemukan bahwa peningkatan tarif cukai rokok sampai dua kali akan menghasilkan kenaikan lapangan kerja sebanyak 281.135 orang.

Tingginya prevalensi perokok berkontribusi secara signifikan pada kematian dini. Akibatnya memperpendek umur harapan hidup laki-laki, meningkatkan biaya kesehatan, dan menurunkan produktifitas. Setiap tahun, 200.000 orang meninggal akibat merokok di Indonesia dengan 50 persen perokok aktif akan meninggal akibat penyakit yang terkait dengan tembakau, biaya kesehatan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan merokok mencapai Rp 2,9 triliun sampai Rp 11 triliun per tahunnya atau setara dengan 0,12 persen sampai 0,29 persen dari Produk Domestik Bruto. Pada tahun 2005, rumah tangga dengan perokok menghabiskan 11,5 persen pengeluaran rumah tangganya untuk konsumsi tembakau, sementara hanya 11 persen digunakan untuk membeli ikan, daging, telur dan susu secara keseluruhan, 2,3 persen untuk kesehatan dan 3,2 persen untuk pendidikan.