Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan saham pada hari ini akibat kondisi bursa global dan regional yang memburuk

Semula pemerintah dan BI merestui Bursa Efek Indonesia untuk kembali dibuka mulai perdagangan sesi I, Jumat (10/10/2008) setelah dua hari ditutup. Otoritas BEI memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%. Rencana pembukaan BEI kali ini memang diliputi kecemasan karena pasar saham global kembali anjlok. Wall Street turun tajam, diikuti oleh bursa utama Asia Nikkei yang Jumat pagi ini ikut kecemplung. Pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (9/10/2008) indeks Dow Jones merosot hingga 678,91 poin atau 7,33 persen ke posisi 8.579,19 yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir.

investor jangan terlalu panik dengan penutupan perdagangan saham tersebut. Pasalnya, meskipun kondisi global sedang tidak kondusif saat ini, namun dalam 1-2 bulan kedepan kondisi bursa akan membaik.

Sedangkan indeks Nikkei pada perdagangan Jumat pagi (10/10/2008) terjun hingga 11,38% atau turun 1.042,08 poin menjadi 8.115,41. Meski kejatuhannya cukup dalam, belum ada tanda-tanda indeks Nikkei akan disuspensi.

Begitu juga indeks Korea, KOSPI yang merosot 7,5% di awal perdagangan atau rurun 97,11 poin menjadi 1,197,78. Sedangkan bursa saham Australia yang paling pertama buka juga turun tajam, indeks S&P/ASX 200 anjlok 7,4% atau 323,5 poin menjadi 3.997,4.

Menunjuk Pengumuman Bursa No Peng-0439/BEI.PSH/U/10-2008 tanggal 9 Oktober 2008, dengan ini diumumkan bahwa perdagangan efek bersifat ekuitas dan derivatif untuk sesi I pada Jumat tanggal 10 Oktober 2008 ditiadakan.

  • Imbas dari Hancurnya Wall Street membuat negara berkembang ikut-ikuatn tumbang
  • Keserakahan ekonomi Usa di masa lalu ternyata tak se kuat yang di bayangkan